MENINJAU LOKASI BUDIDAYA TIMUN MINI DALAM LOMBA KAMPUNG SEHAT DESA BENTEK

Operator Sid Desa Bentek 28 Juli 2020 09:21:33 WIB

Kedatangan Tim Penilai indikator kesehatan dalam menilai Kampung Sehat Desa Bentek, di kesempatan ini tim penilai dari Puskesmas Gangga menilai berkas secara administrasi dan lingkungan dalam kesiapan kejuaraan baik dalam tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan Nasional, kegiatan penilaian sabtu dini hari dimulai pukul jam 09:30 yang telah disambut oleh Pemerintah Desa Bentek dan Perangkat Kewilayahan serta PKK yang dibantu oleh adik-adik KKN UNRAM yang bertempat di sekretariat TSBD acara penilaian Kampung Sehat disambut dengan bersama menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya serta pidato Bapak Kepala Desa Bentek tentang persiapan secara administrasi Kesehatan, Keamanan dan Sosial Ekonomi yang mana point besar untuk Desa Bentek adalah sampai saat ini Desa Bentek unggul menjadi Desa dengan Zona Hijau yang mana tidak adanya warga yang terkonfirmasi Covid 19.

Hingga di akhir penilaian dan sambutan serta pidato yang disampaikan oleh Kepala Desa Bentek, kegiatan selanjutnya meninjau langsung yang menjadi andalan adalah budidaya timun mini yang berlokasi di Dusun Lowang Sawak.

Ikut Lomba Kampung Sehat, Desa Bentek punya dua kelebihan. Soal kesehatan dan perilaku hidup bersih, jangan ditanya. Desa Bentek adalah juara satu lomba PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Lombok Utara. Diwakili Dusun Sanbaro.

 

Nah, manakala Lomba Kampung Sehat digelar Polda NTB, Desa Bantek juga ikut menunjukkan keunggulannya yang lain. Kali ini di sektor ekonomi. Momentumnya pas. Yakni di tengah pandemi. Rupanya, budidaya timun mini di desa ini hasilnya sungguh menggiurkan. Apalagi, mayoritas penduduk Desa Bentek adalah petani.

Kepala Desa Bentek Warna Wijaya pekan ini mengajak Lombok Post berkeliling di Dusun Loang Sawah. Melihat dari dekat budidaya timun mini di sana. “Timun mini ini telah memulihkan ekonomi warga kami di tengah pandemi ini,” kata Warna.

Dia menunjukkan areal persawahan seluas 14 are yang ditanami mentimun mini tersebut. Orang ada pula yang menyebutnya timun acar. Warna menerangkan, hasil tanaman timun itu sangat menjanjikan. Pemasarannya pun tidak begitu sulit.

Dan yang istimewa, budidaya mentimun di areal seluas 14 are tersebut dikelola salah anggota kelompok wanita tani (KWT). Masih muda. Baru menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi. Kini, dalam setahun, lahan seluas 14 are itu mampu meraup omzet hingga Rp 140 juta.

“Per dua hari bisa sampai Rp 1 juta. Makanya ibu-ibu lain sekarang kita dorong untuk melakukan hal yang sama,” kata Warna.

Kata dia, Desa Bentek memiliki banyak area persawahan. Hal ini yang akan dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang produktif selain padi dan kacang tanah. Itu akan sangat berguna menunjang ekonomi masyarakat untuk ketahanan pangan di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kami bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk membina KWT. Desa kemudian memberikan pelatihan cara mengelola dan yang lainnya,” kata Warna lagi.

Apakah keunggulan Bentek hanya itu? Tidak. Saat ini kata Warna, selain budidaya mentimun, warga juga mulai memanfaatkan pekarangan untuk bertani hortikultura.  Semua ibu ibu rumah tangga sudah memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran-sayuran, rempah, serta pembibitan bibit durian.

“Bibit durian ini bisa dijual. Apalagi KLU ini terkenal dengan duriannya,” kata Warna.

Program pemanfaatan pekarang ini bahkan sudah dimulai semenjak 2013 lalu. Kepala desa dua periode ini juga menyebutkan, masyarakat juga kini menggalakkan budidaya ikan air tawar. Dilakukan bukan di kolam. Melainkan di sawah. Dengan begitu, selain bisa panen padi, warga juga bisa panen ikan. Hasilnya pun sangat menjanjikan.

Pemasaran ikan pun tak sulit. Di pasar Desa Bentek saja kata dia, permintaan ikan air tawar tiap hari bisa satu ton. Sementara kalau ada hari-hari besar, permintaan bisa melonjak.

Sehingga budidaya ikan air tawar ini pun menjadi peluang yang dimanfaatkan melalui sistem kelompok keluarga.  Saat ini sudah ada empat kelompok pembudidaya ikan. Yakni satu di Dusun Karang Lendang, Satu di Dusun Todok, dan dua di Dusun Laong Sawah.

Kata dia, ini menjadi upaya kita mendorong warga meningkatkan perekonomian mereka. Bahkan jika Covid-19 mereda, anggaran Dana Desa akan digeser ke program tersebut. Bahkan tahun depan, pemerintah desa akan fokus pada pembinaan cara membuat pakan untuk ikan air tawar.

Ia menambahkan, pada 2021 akan ada Bentek Berproduksi melalui program AMPUH (anak muda punya usaha). Hal ini untuk mengurangi pengangguran. Anak muda akan dibantu usaha perikanan, pertanian, dan juga perbengkelan.

Selain pertanian dan budidaya ikan air tawar, keunggulan lainnya di Desa Bentek adalah sistem pelayanan di kantor desa. Yakni setiap warga yang mengurus administrasi diminta membawa sampah plastik dari rumah dengan sistem ecobrikc. Hal ini sudah berlangsung selama emmpat bulan di awal-awal pandemi Covid-19.

“Warga cukup membawa ecobrick itu ke Bank Sampah Desa,” katanya. (fer/r6)

Komentar atas MENINJAU LOKASI BUDIDAYA TIMUN MINI DALAM LOMBA KAMPUNG SEHAT DESA BENTEK

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

VIDEO DESA

https://www.youtube.com/watch?v=oOyGK_lSUVY&feature=youtu.be

Lokasi Bentek

tampilkan dalam peta lebih besar